Berjaya di Tengah Persaingan Usaha

Segala hal tentang kerajinan tas dan seluk-beluknya telah menarik perhatian saya sejak lama. Karena itu tidak heran jika saya nekat berhenti dari pekerjaan saya yang lama dan memutuskan untuk menjadi perajin tas dari berbagai bahan sejak tahun 2009 silam. Mimpi saya, dengan memulai usaha sendiri suatu saat nanti saya akan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di kanan-kiri.

Tapi ternyata apa yang saya impikan memang tidak mudah untuk diraih. Banyaknya pesaing dan maraknya serbuan barang impor berharga murah dari China menjadi kendala besar mengembangkan usaha yang saya rintis ini. Tidak peduli semenarik apapun desain yang saya buat, selalu ada saja yang bisa membuat model serupa dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Ketika sedang meratapi nasib bisnis saya ini seorang saudara tiba-tiba menyarankan agar saya mengimbangi usaha nyata yang sudah jor-joran dengan usaha batin yang kalau bisa sama kerasnya juga. Kemudian diantarkannya saya ke alamat kantor Asosiasi Parapsikologi Nusantara yang pucuk pimpinannya dipegang oleh Kang Masrukhan, seorang konsultan spiritual sekaligus guru Ilmu Hikmah yang pernah mendidik saudara saya tadi.

Setelah berkonsultasi dengan Kang Masrukhan secara langsung, saya disarankan oleh beliau untuk menggunakan Bambu Petuk. Sarana spiritual berwujud ruas bambu yang telah diisi dengan khodam dan berbagai energi alam semesta ini masih saya gunakan sampai sekarang. Hasilnya? Jangan ditanya. Kemampuan Kang Masrukhan sebagai seorang spiritualis memang tidak perlu diragukan lagi. Buktinya setelah memiliki Bambu Petuk ini usaha saya ramai bukan main. Order terus berdatangan dari segala kalangan, semuanya menuntut hasil kualitas prima yang sebisa mungkin saya penuhi. Memang benar jika dikatakan bahwa bagaimanapun juga kualitas suatu barang akan tetap menang, tidak peduli pada harga berapapun barang tersebut dijual.

Lambat laun, seperti yang dulu selalu saya impikan, lewat usaha ini saya sekarang telah mempekerjakan belasan karyawan yang Alhamdulillah, semuanya rajin dan berprestasi. Semoga untuk kedepannya nanti kami dapat berjuang bersama menuju kehidupan yang penuh berkah. Amin.

Siti Z. – Jakarta